Renovasi GSG Universitas Pancasila Serap Anggaran Besar, Relokasi Sekretariat Tuai Kritik

0
80

Universitas Pancasila tengah menggagas proyek renovasi besar Gedung Serba Guna (GSG) yang telah berdiri hampir 30 tahun. Bangunan tersebut rencananya akan diubah menjadi auditorium agar berbagai kegiatan universitas dapat diselenggarakan di dalamnya.

Wakil Rektor III, Rizky Aldila, menyebut renovasi ini menjadi salah satu proyek yang menyerap sebagian besar anggaran universitas. Proses pembangunannya diperkirakan memakan waktu hampir dua tahun.  

Selama masa renovasi, seluruh kegiatan mahasiswa yang rutin menggunakan GSG akan dialihkan ke lokasi lain. Terkait hal ini, Rizky menjelaskan bahwa rektorat berkomitmen menyediakan tempat alternatif guna tetap menunjang aktivitas mahasiswa. Ia juga menambahkan bahwa rektorat akan berusaha memaksimalkan ruang di lingkungan kampus serta mempertimbangkan penyewaan gedung di luar kampus apabila sesuai dengan anggaran. 

Di sisi lain, renovasi ini tidak hanya berdampak pada aktivitas mahasiswa, tetapi juga organisasi yang menempati area sekitar GSG. 

Ketua Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM) Fakultas Teknik, Sakahayu Pribadi, menjelaskan bahwa proyek renovasi ini menyebabkan seluruh sekretariat yang berada di sekitar GSG harus dipindahkan, seperti himpunan dan kelembagaan Sema-BPM Fakultas Teknik, serta UKM tingkat Universitas yakni Cipta Ceria Alam (Cicera) dan Siaran Terbatas Universitas Pancasila (Stupa). Adapun lokasi sementara yang telah ditetapkan ialah Gedung Lembaga Bahasa.

“Renovasi ini nanti bakal berdampak juga ke seluruh himpunan, kelembagaan, dan juga UKM Cicera dan Stupa. Nantinya, kita bakal direlokasi ke tempat yang udah ditentukan oleh rektorat,” ujar Sakahayu saat diwawancarai tim LPM Gema Alpas. Ia menyebut informasi mengenai relokasi baru diterimanya saat sosialisasi bersama pihak rektorat pada Maret lalu.

Namun, penetapan lokasi tersebut menimbulkan resistensi dari pihak lembaga dan UKM, pasalnya, kapasitas ruangan yang ditawarkan dinilai tidak memadai untuk menampung seluruh anggota beserta perlengkapan yang dibutuhkan. 

Ketua Senat Mahasiswa (SEMA) Fakultas Teknik, Jeremia Fernando, menilai ruangan yang ditawarkan masih jauh dari harapan mahasiswa. Ia juga mengatakan sosialisasi renovasi semestinya dilakukan jauh-jauh hari agar memiliki waktu untuk mempersiapkan diri.  

“Walaupun diskusi sudah dilaksanakan, ternyata sudah ada tanggal pelaksanaan yang sayangnya terlalu dekat. Sedangkan para himpunan saja baru mengetahui. Semestinya kalau memang ada rencana renovasi, udah dikabarin sejak enam bulan atau setahun sebelum renovasi,” tegas Jeremia. 

Sependapat dengan Jeremia, ketua UKM Cicera, Marco Sugi Wijaya, berpandangan bahwa ruangan yang disediakan rektorat tidak melalui proses pertimbangan yang matang. Alih-alih menerima keputusan tersebut, ia lebih memilih mengajukan ruangan berbeda khusus untuk Cicera. 

“Walaupun memang belum ada putusan resmi kita bakal di ruangan yang mana, tapi sejauh ini kita ga melihat ada ruangan yang memadai dan layak. Kalau bisa, kita mengajukan ruangan yang di lantai satu arah pintu dekat Musholla,” tutur Marco. 

Selain itu, ketua Badan Pengawas (BP) Cicera, Muhammad Ashif Aq Qoni, menambahkan bahwa aspek kondusivitas juga perlu dipertimbangkan, mengingat dalam satu atap akan dihuni 10 organisasi mahasiswa dengan berbagai dinamika dan budayanya. 

Sementara itu, ketua UKM Stupa, Muhamad Zidane Fauji, menyoroti ketidaksesuaian pada jadwal renovasi yang sempat disampaikan pihak rektorat. Informasi yang sebelumnya diterima menyebutkan bahwa renovasi dan proses relokasi akan dilaksanakan dua minggu setelah Lebaran. Namun, kenyataannya hingga dua minggu berselang tidak terlihat ada pergerakan apapun. 

Zidane juga menyebut, berdasarkan informasi yang dihimpunnya, salah satu alasan relokasi sementara tersebut berkaitan dengan kendala pendanaan di pihak yayasan.

Meski surat edaran pemindahan barang sudah turun sejak 21 Mei lalu, Jeremia menyebut belum ada kepastian kelanjutan dari pihak rektorat. Mahasiswa bahkan sempat menanyakan hal ini kepada Wakil Dekan III Fakultas Teknik, namun pihak fakultas pun mengaku belum mendapatkan kepastian dari rektorat pusat. 

Hingga berita ini diterbitkan, pihak redaksi telah berupaya meminta konfirmasi, namun belum mendapatkan penjelasan resmi dari pihak rektorat. 

Penulis: Tim Redaksi LPM Gema Alpas

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here