Aksi “Menuju Indonesia Bangkrut” Diwarnai Blokade Aparat, Mahasiswa Suarakan Lima Tuntutan

0
24

Jumat, (12/06/2026) gabungan mahasiswa dari berbagai kampus bersama koalisi masyarakat melakukan aksi demonstrasi di sepanjang jalan M.H. Thamrin. Aksi demonstrasi ini mengusung tema “Menuju Indonesia Bangkrut”  untuk menyoroti kondisi ekonomi dan tata kelola pemerintah saat ini yang dianggap semakin porak-poranda. 

Aksi ini pada awalnya digelar oleh BEM UI yang rencananya dilaksanakan di Bundaran Hotel Indonesia (HI). Namun, di tengah perjalanan saat hendak menuju lokasi, barisan aparat sudah terlebih dahulu menutupi akses jalan untuk mencegat massa aksi menuju Bundaran HI. Saat itu, bus tidak diarahkan menuju Bundaran HI melainkan dibelokkan ke arah Dukuh Atas.

Melansir dari berbagai sumber, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto menerangkan, penyekatan dilakukan demi mencegah massa berkumpul di area Bundaran HI. Sebab, lokasi tersebut bukan sebagai titik aksi. 

“Polri sama sekali tidak membatasi atau menghalangi adik-adik mahasiswa dalam menyampaikan aspirasinya. Namun, mengacu pada amanat UU Nomor 9 Tahun 1998 untuk menghormati hak orang lain, kami mengimbau dengan sangat agar kawasan Bundaran HI disterilkan dari aktivitas unjuk rasa,” kata Budi dikutip langsung dari tirto.id, pada Jumat (12/6/2026). 

Budi juga menambahkan, pelaksanaan blokade tersebut merupakan bagian dari regulasi yang tertuang dalameraturan Gubernur (Pergub) DKI Jakarta No. 232 Tahun 2015.  Aturan ini sebagai landasan untuk memberikan hak massa aksi untuk berdemonstrasi sambil tetap memastikan  ratusan ribu warga Jakarta lainnya tetap mendapatkan kenyamanan, kelancaran dalam beraktivitas. Akibat blokade tersebut, seluruh demonstran terpaksa menyampaikan aspirasinya di jalan raya sambil tetap menjaga kondusivitas.  

Adapun menurut salah satu peserta demonstrasi, sejumlah tuntutan yang dibawa sebagai hasil dari keresahan kolektif diantaranya adalah:

  1. Menghentikan Pemborosan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN);
  2. Menurunkan kebutuhan Pokok dan bahan bakar minyak (BBM);
  3. Menghentikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP)
  4. Menghentikan Militerisme di ranah sipil;
  5. Mendesak Pemerintah dan berhenti mengelak atas kesalahan yang telah terjadi.

Dalam aksi tersebut, Yatalathof Ma’shum Imawan (Ketua BEM UI), mengajak berbagai elemen masyarakat, mulai dari buruh, guru, pedagang, ibu rumah tangga, hingga kelompok masyarakat lainnya untuk turut menyuarakan aspirasi. Menurutnya, keadilan harus diperjuangkan secara bersama-sama oleh rakyat dan tidak akan hadir dengan sendirinya.

Rangkaian aksi demonstrasi diakhiri dengan pembacaan pernyataan sikap oleh sejumlah perwakilan aliansi mahasiswa di hadapan aparat keamanan. Dalam orasinya, salah satu perwakilan BEM UI menyampaikan bahwa aliansi mahasiswa masih membuka peluang untuk menggelar aksi lanjutan. Yatalathof menjelaskan bahwa sejumlah organisasi dan simpul pergerakan yang terlibat dalam konsolidasi nasional di Kampus UI masih melakukan koordinasi guna memastikan kehadiran serta estimasi jumlah massa yang akan terlibat dalam agenda aksi berikutnya. 

Di sisi lain, salah satu mahasiswa yang mengikuti aksi demonstrasi sejak awal menyebut massa aksi sempat menerima perlakuan represif dari aparat. Ia mengaku sejumlah peserta aksi dipukul dan ditendang. Selain itu, aparat juga disebut melemparkan gas air mata sebelum massa aksi dipukul mundur dan diblokade. 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here