Kebijakan rektorat menjadikan Gedung Lembaga Bahasa (LB) sebagai tempat relokasi menuai penolakan dari organisasi yang terdampak. Berbagai pertanyaan pun muncul terkait keputusan tersebut. Salah satunya mengenai kemungkinan adanya lokasi relokasi lain.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerjasama, Rizky Aldila, menjelaskan gedung LB adalah pilihan terbaik setelah melalui proses pertimbangan.
“Tidak ada tempat lagi. jadi opsi yang paling mungkin dari semua hanya di LB. Kita sudah keliling semua fakultas tapi memang sudah kurang kelas. Tapi kembali lagi, ini tidak akan seketika langsung diputuskan sepihak, akan kita lihat juga misalnya kalau disana AC-nya tidak dingin, ya akan kita tambahkan. Jadi semuanya akan tetap disesuaikan dengan kebutuhan yang paling realistis,” ujarnya kepada Tim Redaksi LPM Gema Alpas.
Namun demikian, Rizky menegaskan relokasi ke gedung LB bersifat sementara. Ia menjelaskan, pembangunan sekretariat baru bagi UKM, Himpunan, dan Kelembagaan yang terdampak merupakan bagian dari rangkaian renovasi GSG. Nantinya, sekretariat baru tersebut akan dibangun di sekitar Auditorium.
Terkait desain bangunan, Rizky belum dapat memberikan penjelasan lebih lanjut karena proses perancangan masih tahap peninjauan.
Sebelumnya, renovasi Gedung Serbaguna (GSG) memunculkan sejumlah persoalan di kalangan mahasiswa. Salah satunya terkait rencana relokasi sementara sejumlah sekretariat UKM, Himpunan, dan Kelembagaan ke Gedung Lembaga Bahasa (LB).
Namun, penetapan tersebut tidak disambut baik. Pasalnya, ruangan yang tersedia dianggap tidak memadai untuk menampung seluruh mahasiswa serta kebutuhan organisasi. Di sisi lain, perbedaan budaya serta dinamika kerja masing-masing organisasi dinilai berisiko apabila seluruhnya ditempatkan dalam satu ruang yang sama.
Penulis: Tim Redaksi LPM Gema Alpas





