Feminisme Era 4.0

0
303

Tanggal 21 April merupakan hari lahir Raden Ajeng Kartini. Beliau ialah salah satu sosok penting dalam emansipasi wanita di Indonesia. Oleh karena itu, hari lahirnya selalu diperingati sebagai Hari Kartini untuk mengenang jasa-jasanya dalam kesetaraan gender. 

Dilansir Intersections melalui Tirto, surat-surat yang dikirimkannya menguraikan pemikiran Kartini terkait berbagai masalah termasuk tradisi feodal yang menindas, pernikahan paksa dan poligami bagi perempuan jawa kelas atas, dan pentingnya pendidikan bagi anak perempuan. Apa yang ditulis oleh Kartini ialah pengalaman dirinya sendiri dan juga analisis dari pengamatannya selama ini. 

Apakah kesetaraan gender saat ini sudah dilakukan sepenuhnya?

Saat ini perempuan dan laki-laki dapat menjadi seorang pemimpin. Perempuan dan laki-laki pun bisa berbagi pendapat dan beban, bisa berada dalam spektrum feminimitas-maskulinitas, dan dapat juga saling melindungi.  

Apa itu spektrum feminisme dan maskulinitas?

Maskulinitas adalah gambaran dari bentuk sifat kejantanan bagi pria yang ideal, seperti pria adalah sosok yang kuat, tangguh, berani, dan lain sebagainya. Sedangkan feminisme adalah sebuah gerakan dan ideologi yang memperjuangkan kesetaraan bagi perempuan dalam politik, ekonomi, budaya, ruang pribadi dan ruang publik. Pemahaman tentang feminisme masih sering disalah artikan. Orang awam mungkin menganggap penganut feminisme selalu menuntut sesuatu yang lebih untuk perempuan dan menspesialkan perempuan daripada pria. Feminisme bukan ideologi yang menebar kebencian pada kaum pria melainkan menuntut adanya equal right bukan special right

Apakah pemikiran Gerakan feminisme masih kolot ? 

Gerakan feminisme tentunya berubah setiap zaman. Contohnya seperti dikutip dalam idntimes, feminisme di abad 19 fokus terhadap kesetaraan hak sipil dan politik. Saat ini feminisme sudah jauh berkembang menjadi paham yang melawan penindasan yang berkaitan terhadap ras, seksualitas dan jenis kelamin. Gerakan feminisme saat ini lebih cenderung kepada memberi kesadaran dan pengertian pada orang-orang untuk menyediakan ruang pada mereka yang merasa minoritas secara ekonomi, sosial, gender, preferensi seksual, ras, dan lain-lain.

Berikut ialah tokoh-tokoh yang bisa dijadikan pahlawan perjuangan wanita menurut wawancara yang dilakukan dengan mahasiswa Universitas Pancasila. Yang pertama ialah Susi Pudjiastuti. Mereka memilih tokoh tersebut karena memiliki sikap yang tegas, memiliki karakter pemberani, kuat, dapat melakukan perubahan untuk masyarakat luas yang bermanfaat dan menguntungkan, serta tidak memandang gender. Selanjutnya ada yang beranggapan, tokoh pahlawan perjuangan wanita saat ini ialah Ibu kita sendiri. Dengan alasan menjadi seorang ibu membutuhkan banyak pengorbanan dan perjuangan yang panjang dalam perjalanan hidupnya. Tokoh selanjutnya ialah Sri Mulyani. Beliau dianggap memilki prestasi yang besar selama menjabat sebagai direktur bank dunia dan juga beliau pernah menjabat sebagai Menteri keuangan Indonesia. Selanjutnya ialah Tri Rismaharini. Dengan alasan, beliau telah memberikan pengaruh positif terhadap daerah Surabaya sebagai walikota dna juga perjuangannya mirip dengan R.A. Kartini di zaman dahulu. Yang terakhir ialah Najwa Sihab. Kecerdasan yang dimiliki beliau dalam melontarkan pertanyaan yang tegas dan tajam itu yang menjadi alasan menjadikannya tokoh perjuangan wanita. Karena beliau juga mengajarkan kita untuk tetap rajin membaca dan selalu up to date dengan berita atau keadaan yang terjadi disekitar kita. 

Apakah ada standar untuk dijadikan tokoh perjuangan wania saat ini?

Hasil wawancara kami dengan beberapa mahasiswa Universitas Pancasila, menyatakan bahwa yang dapat dijadikan tokoh perjuangan wanita memiliki standar tertentu dan juga tidak memiliki standar tertentu. Alasan memiliki standar tertentu karena tokoh yang mereka pilih memiliki moral, menginspirasi, independent woman, memiliki pemikiran besar demi mengubah Indonesia menjadi lebih baik, dapat memperjuangkan hak-hak wanita dan memberikan pengaruh positif kepada lingkungan sekitar. Sedangkan alasan tidak memiliki standar tertentu ialah, karena setiap wanita bisa menjadi tokoh perjuangan untuk dirinya sendiri apabila mereka ingin belajar menjadi lebih baik, memiliki integritas, dan tidak membatasi diri dari ilmu. Oleh karena itu, wanita memiliki cara tersendiri dari masing-masing individu untuk menjadi sosok pahlawan baik bagi masyarakat maupun menjadi pahlawan untuk dirinya sendiri.

Dalam rangka merayakan Hari Kartini, kami berharap bahwa kaum wanita dapat menghargai diri sendiri, menjadi wanita yang cerdas, pribadi yang kuat untuk menghadapi rintangan, memiliki pengetahuan tak terbatas ditengah arus globalisasi yang akan terus mengalami perubahan, dapat memanfaatkan peluang untuk menunjukkan kualitas terbaik seberat apapun rintangannya, lebih berani untuk speak up dalam memperjuangkan hak-hak wanita yang harus didapatkannya dan jangan pernah tinggal diam jika hak-hak nya dirampas begitu saja.

SELAMAT HARI KARTINI

TETAPLAH MENJADI WANITA YANG DAPAT MENGINSPIRASI BANYAK ORANG

 

Penulis :Nadia Aninda Khansa
Editor : Bestari Pramudita

Referensi:
https://tirto.id/sejarah-hari-kartini-21-april-dan-catatan-pemikirannya-ePG3
https://m.liputan6.com/citizen6/read/3232869/setara-bukan-berarti-sama-3-pertanyaan-tentang-kesetaraan
https://www.idntimes.com/life/women/tita/7-kesalahpahaman-soal-feminisme-yang-sering-orang-orang-pikirkan/7

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here