Sejak beberapa tahun lalu Indonesia aktif merayakan Hari Lingkungan Hidup dan Gerakan Menanam Pohon setiap tanggal 10 Januari. Perayaan ini diadakan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya dalam menjaga dan pelestarian lingkungan.

Kondisi lingkungan di Indonesia semakin memprihatinkan, pada 15 Juni 2022 DKI Jakarta menjadi daerah dengan kualitas udara terburuk di dunia. Indeks kualitas udara ini mencapai angka 185 AQI US yang termasuk dalam kategori merah atau tidak sehat.

Buruknya kualitas udara disebabkan adanya polusi. Dampak yang ditimbulkan membahayakan kesehatan serta keberlangsungan lingkungan hidup. Mengakibatkan sejumlah penyakit seperti, iritasi mata, gangguan pernapasan, kanker paru-paru, pneumonia, bronkitis, penyakit jantung, emfisema, hingga gangguan saraf dan organ lainnya menjadi dampak bagi kesehatan.

Efek polusi udara juga mengancam keberlangsungan lingkungan hidup seperti hujan asam yang dapat merusak dan mematikan tumbuhan, juga pemanasan global yang membuat suhu di bumi semakin meningkat sehingga mengakibatkan mencairnya es di kutub.

Seperti kebakaran hutan pada September 2022 yang terjadi di Riau, kejadian ini diduga karena pemanasan global yang memuncak pada bulan September lalu yang menyebabkan 1.219 hektare ludes terbakar. Pemanasan global juga membuat petani gagal panen dan kesulitan untuk mendapatkan air bersih. Selain itu, mencairnya es di Kutub Utara berpotensi menyebabkan air dari pencairan es meluap dan menimbulkan penyakit baru seperti virus zombie yang baru ditemukan belum lama ini.

Selain kualitas udara, kualitas lingkungan juga menurun akibat ulah manusia sendiri. Hal ini ditandai dengan terjadinya penebangan hutan secara liar, kebakaran hutan, perambahan suaka alam atau suaka margasatwa, perburuan liar, penghancuran terumbu karang, pembuangan sampah sembarangan dan tanpa pemisahan/pengolahan, semburan lumpur lapindo Sidoarjo hingga hujan asam.Sumber: CNN Indonesia

Sumber: CNN Indonesia

Setiap tahun kasus pencemaran lingkungan hidup semakin banyak, seperti kerusakan lingkungan di Riau akibat perusahaan pengolahan minyak mentah kelapa sawit, wilayah yang terimbas ulah limbah pabrik, jejak pertambangan batu bara, pencemaran air laut oleh zat berbahaya serta darurat sampah plastik. Sejak Oktober 2022, laut Bali dipenuhi dengan sampah kiriman yang diduga akibat dari pemanasan global dan cuaca ekstrem yang membawa sampah tersebut ke laut Bali.

Akibat yang dihasilkan sangat beragam, seperti; penyakit kulit, plastik yang berpotensi tertelan oleh manusia dan hewan, hingga meregangnya nyawa seseorang akibat polusi air. Selain itu, juga berdampak ekstrem bagi masyarakat yaitu menipisnya lapisan ozon, memanasnya suhu bumi, kekeringan, cuaca ekstrem, hingga keseimbangan alam yang terganggu.

Untuk mencegah kerusakan lingkungan yang semakin memburuk, dapat dilakukan beberapa upaya sederhana, salah satunya dengan menanam pohon.

Namun sayangnya, banyak masyarakat yang belum peduli dengan lingkungan hingga menghambat perbaikan lingkungan. Sebagian masyarakat masih menganggap kerusakan alam adalah hal yang remeh, banyak juga yang tidak menyadari peran lingkungan terhadap keseimbangan ekosistem.

Hadirnya Perayaan Hari Gerakan Satu Juta Pohon bertujuan untuk mengajak seluruh masyarakat agar melakukan gerakan menanam pohon. Gerakan ini memiliki tujuan untuk mengupayakan penyelamatan hutan dan pelestarian lingkungan hidup untuk mewujudkan lingkungan yang sehat, sejuk, dan asri.

Pohon sangat berguna karena sebagai element penting bagi kehidupan kita. Sebagai salah satu penghasil oksigen, berperan dalam proses penangkapan dan pengikat kadar CO² serta mencegah bencana alam lainnya.

Oleh karena itu, beberapa Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang bergerak di bidang lingkungan turut andil dalam menyuarakan isu-isu lingkungan melalui kampanye, seperti; Walhi Jakarta, Greenpeace, Aksi Kita, World Wildlife Fund (WWF) Indonesia, dan lainnya. Komunitas tersebut turut aktif dalam melakukan kampanye lingkungan dengan cara membuat petisi kerusakan lingkungan, forum diskusi internasional hingga aktif mengawal dan mengajukan undang-undang Flora Agrikultural dan kehutanan. Tidak hanya itu, mereka juga sering kali terlibat dalam aksi yang menyuarakan tentang krisis iklim, salah satunya dapat terlihat pada aksi climate strike yang dilakukan 23 September 2022.

Dalam memperingati Hari Lingkungan Hidup dan Hari Gerakan Satu Juta Pohon, perlu adanya kesadaran dan bukti nyata bersama oleh masyarakat.  Gerakan ini dapat terlihat pada aksi nyata komunitas LindungiHutan yang bekerjasama dengan komunitas lainnya dalam mengumpulkan bibit pohon, menanam ratusan pohon, mengumpulkan pohon dan didonasikan kepada wilayah untuk memperbaiki kerusakan lingkungan dan penghijauan.

Sumber: Kompas.com

Sumber: Kompas.com

Tentunya, mahasiswa juga harus berperan aktif dalam menjaga, melindungi dan memelihara lingkungan. Kesadaran diri disertai aksi dapat membawa perubahan, kesadaran diri akan peran dalam dirinya untuk menjaga lingkungan, serta pemikiran kritis dan inovatif dari mahasiswa diharapkan dapat membantu bumi untuk pulih.

Permasalahan lingkungan bukanlah masalah perseorangan, tetapi masalah bersama seperti yang tercantum pada UU No. 32 pasal 67 tahun 2009 yang mengatur bahwa setiap orang mempunyai kewajiban memelihara kelestarian lingkungan hidup.

Dengan ini, diperlukan kerjasama masyarakat dengan bukti nyata pemerintah dalam menangani isu-isu lingkungan yang ada.  Namun nyatanya, hingga saat ini belum adanya langkah nyata yang dilakukan oleh pihak terkait, padahal kerusakan lingkungan mayoritas disebabkan dari pihak petinggi dalam dunia bisnis.

Penulis: Melody Azelia Maharani

Editor: Febriyanti Musyafa

 

Sumber:

https://www.kompas.com/sains/read/2022/08/02/073100123/kualitas-udara-jakarta-juni-lalu-terburuk-di-dunia-apa-penyebabnya?page=all

https://www.prudential.co.id/id/pulse/article/tinggal-di-perkotaan-ketahui-dulu-dampak-pencemaran-udara-ini/#:~:text=Dampak%20pencemaran%20udara%20dari%20asap,oksigen%20di%20dalam%20tubuh%20manusia

http://ksdae.menlhk.go.id/info/6608/gerakan-menanam-1000-pohon-bersama-santri-untuk-indonesia.html

https://dlh.semarangkota.go.id/aksi-tanam-seribu-pohon-oleh-pelajar-indonesia/#:~:text=Aksi%20tanam%20seribu%20pohon%20tersebut,bumi%20tersebut%20harus%20selalu%20dilakukan.

https://www.kompas.com/sains/read/2022/07/10/163000223/polusi-udara-serta-dampaknya-bagi-manusia-dan-lingkungan

https://www.detik.com/tag/pencemaran-lingkungan-hidup

https://www.tribunnewswiki.com/amp/2022/11/23/hari-gerakan-satu-juta-pohon

https://smpn1lawang.sch.id/read/37/hak-dan-kewajiban-terhadap-lingkungan-hidup

https://tekno.tempo.co/read/1627011/atasi-polusi-udara-di-perkotaan-tim-mahasiswa-ub-rancang-ekosistem-karbon-biru

https://www.dpr.go.id/berita/detail/id/27470/t/Peduli+Lingkungan%2C+DPR+Dorong+Mahasiswa+Jadi+Agen+Perubahan

https://lindungihutan.com/blog/10-ngo-dan-yayasan-lingkungan-di-indonesia/

https://human-initiative.org/gerakan-hari-sejuta-pohon-sedunia-mengapa-kita-harus-menanam-pohon/

https://www.itera.ac.id/gerakan-menanam-pohon-mahasiswa-baru-itera-bagian-matakuliah-lingkungan-hidup-sumatera/

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here