Hardiknas di Tengah Pandemi Covid-19

0
164

Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Andayani

Di depan memberi contoh, di tengah memberi semangat dan di belakang memberikan daya kekuatan. 

-Ki Hadjar Dewantara

 

Tanggal 2 Mei diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional (HARDIKNAS) pada setiap tahunnya, keberadaan HARDIKNAS tidak terlepas dari kelahiran tokoh pelopor pendidikan Indonesia, Ki Hadjar Dewantara. Beliau adalah pahlawan nasional di Indonesia yang dihormati sebagai Bapak Pendidikan Nasional di Indonesia. 

Ki Hadjar Dewantara atau Soewardi mengembangkan konsep mengajar bagi sekolah yang ia dirikan pada tanggal 3 Juli 1922, yaitu National Onderwijs Institut Taman Siswa atau Perguruan Nasional Taman Siswa. Saat ia genap berusia 40 tahun menurut hitungan penanggalan Jawa, ia mengganti namanya menjadi Ki Hadjar Dewantara. Ia tidak lagi menggunakan gelar kebangsawanan di depan namanya. Pada kabinet pertama Republik Indonesia, Ki Hadjar Dewantara diangkat menjadi Menteri Pengajaran Indonesia pertama. Pada tahun 1957 ia mendapat gelar doktor kehormatan (Doctor Honoris Causa, Dr.H.C.) dari universitas tertua Indonesia, Universitas Gadjah Mada. Ki Hadjar ditetapkan sebagai Bapak Pendidikan Nasional melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 305 Tahun 1959 pada Tanggal 28 November 1959.

Ki Hadjar Dewantara berperan penting dalam kemajuan pendidikan di Indonesia. Ia mendirikan Perguruan Taman Siswa yang menjadi tempat bagi penduduk pribumi biasa untuk dapat menikmati pendidikan yang sama dengan orang-orang dari kasta yang lebih tinggi. Tulisan-tulisan yang tajam membuat beliau terkenal pada masanya dan sering terlibat dengan masalah Belanda. 

Ki Hadjar Dewantara dikenal dengan slogannya yang luar biasa. Slogan yang diciptakannya menggunakan bahasa Jawa, yakni “Ing Ngarsa sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani”. Slogan tersebut berarti sebagai berikut “Di depan menjadi contoh atau panutan, di tengah berbuat keseimbangan atau penjalaran, dan di belakang membuat dorongan atau mendorong”. Slogan tersebut membuat semangat para pendidik untuk mampu membuat masyarakat berpegang teguh pendidikan tinggi dan menjadi kewajiban untuk para pendidik atau tenaga pengajar untuk meneladani slogan tersebut. 

Ditengah situasi pandemi Covid-19 saat ini melalui Surat Edaran MENDIKBUD Nomor: 27664/MPK.A/TU.02.03/2021 menyampaikan sejumlah imbauannya terkait peringatan KEMDIKBUD di tahun 2021 ini. KEMDIKBUD akan menyelenggarakan upacara peringatan HARDIKNAS 2021 secara tatap muka, terbatas juga minimalis, dan dengan protokol kesehatan pada Minggu (2/5/2021) pukul 08.00 WIB. Upacara ini bisa dilakukan apabila berada di zona kuning atau hijau, sementara untuk yang berada pada zona merah atau oranye diimbau untuk mengikuti kegiatan upacara secara daring. 

Tema HARDIKNAS 2021 yang diambil oleh KEMDIKBUD adalah “Serentak Bergerak, Wujudkan Merdeka Belajar”. Seperti diketahui, “Merdeka Belajar” merupakan tema besar dari kebijakan pendidikan yang diangkat oleh Menteri Nadiem Makarim sejak ditunjuk menjadi MENDIKBUD oleh Presiden Jokowi, Oktober lalu.

Adapun logo khusus untuk peringatan HARDIKNAS tahun ini berupa logo berbentuk menyerupai 2 hati yang tersambung sehingga menyerupai bentuk bintang. Di sekelilingnya terdapat 5 lingkaran. Jika dilihat dengan lebih seksama, logo dengan gradasi 3 warna, biru, hijau, dan kuning itu menggambarkan 5 orang yang bergandengan dan mengangkat kedua tangannya tinggi-tinggi.

 

Penulis : Dewi Layung Wulan

Editor : Bestari Pramudita

Sumber : 

https://sejarahlengkap.com/indonesia/sejarah-hari-pendidikan-nasional

https://www.kompas.com/tren/read/2021/05/01/104500565/hari-pendidikan-nasional-2021–sejarah-tema-dan-link-download-logo?page=all

https://tik.ft.unm.ac.id/index.php/berita/index/Inilah-5-Fakta-Hari-Pendidikan-Nasional-dan-Sosok-Ki-Hadjar-Dewantara

https://www.google.com/amp/s/www.kelaspintar.id/blog/edutech/7-fakta-penting-hari-pendidikan-nasional-4390/amp/

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here