KRPI : Mengawal IWD dan UKT di Tengah Pandemi

0
327

Komite Revolusi Pendidikan Indonesia (KRPI) adalah aliansi taktis yang dibuat oleh sekumpulan pemuda dari berbagai macam organisasi dan berbagai Universitas yang merasakan keresahan terkait komersialisasi pendidikan.

Awal mula terbentuknya KRPI adalah karena pendidikan di Indonesia yang rentan menjadi sebuah barang atau komoditas yang diperjualbelikan. Kemudian dibuatlah Komite Revolusi Pendidikan Indonesia (KRPI) yang bertujuan untuk mewujudkan hak setiap warga negara Indonesia agar dapat menerima pendidikan yang layak. Komite ini terbentuk pasca-Reformasi dikorupsi pada tahun 2019 di UNISMA. 

“Konsolidasi KRPI ini ditujukan untuk menyongsong IWD 2021. Karena KRPI sendiri terjaring dengan gerakan buruh bersama rakyat (GEBRAK) dimana disana terdapat LBH, KPA, KPBI, dan lain – lain. Jadi kita disitu fokus untuk memperkuat gerakan rakyat bersolidaritas lintas elemen masyarakat” Ujar Elsa.

KRPI sendiri terjaring dengan gerakan buruh bersama rakyat (GEBRAK) untuk menyuarakan segala tuntutan buruh.

Pada 2 Maret 15.00 WIB, KRPI distrik Jakarta Selatan mengadakan konsolidasi yang berlokasi di Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Jakarta (IISIP) yang dipimpin oleh Elsa selaku anggota KRPI IISIP dan KORLAP Nasional Acara IWD. Konsolidasi KRPI ini ditujukan untuk mendukung pergerakan International Woman’s Day (IWD) 2021 yang akan diadakan pada 8 Maret mendatang.  Acara ini akan berlangsung di Jakarta Pusat, yang dimulai dengan berkumpul di Kantor Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) lalu berjalan menuju DPR RI. 

IWD dianggap menjadi kesempatan dan peran penting bagi KRPI dalam menyuarakan keresahan masyarakat, terutama untuk kaum wanita. Selain itu, IWD juga diharapkan menjadi panggung bagi KRPI untuk memberi tuntutan – tuntutan seperti mencabut UU Ciptaker No. 11 tahun 2020, sahkan RUU PKS, dan mendorong pemerintah untuk menurunkan biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT) di setiap kampus.

Terkait UKT, KRPI berencana mendorong keras instansi pemerintah dan kampus untuk menurunkan biaya UKT. Hal ini terlihat dari suasana dan kondisi perekonomian di Indonesia yang cukup berat akibat pandemi serta fasilitas kampus yang tidak terpakai seperti laboratorium, ruang kelas, dan AC. Tentu hal ini menjadi keresahan bagi para mahasiswa dan orang tua yang menanggung biaya kuliah. Hal ini pun turut dirasakan oleh Tito mahasiswa IISIP. 

“Penurunan UKT menurut gua penting banget, soalnya banyak juga kawan – kawan di IISIP tuh yang bener – bener ngga bisa bayaran dan yang butuh banget bantuan kan, tapi mereka diem – diem aja kan, terus cuma sharing ke gua sampe h-7 atau h-3 sebelum UAS pada sharing minta bantuan belum bisa bayaran karna orang tuanya di PHK. Ada juga yg orang tuanya di kampung dan juga ada yg bayaran kuliah pake uang ojek online-nya dia” Ujar Tito.

Menurut pernyataan Elsa, koordinator nasional IWD, KRPI Distrik Jakarta Selatan berencana untuk mengerahkan massa sekitar 100 – 200 orang dari berbagai kampus seperti Universitas Gunadarma, Universitas Pancasila, Universitas Indonesia, dan lainnya. Massa akan dilengkapi alat pelindung diri berupa jas hujan dan masker untuk mengantisipasi agar aksi tidak dibubarkan karena mengenakan APD dan masker serta tetap menjaga jarak. Peserta aksi juga menggunakan pita berwarna ungu sebagai identitas bahwa massa tersebut merupakan KRPI distrik Jakarta Selatan. 

Selain itu, KRPI juga sudah mengantisipasi bila terjadi kerusuhan, yaitu bekerja sama dengan LBH Jakarta yang memiliki tim advokasi untuk demokrasi. Tim tersebut berguna untuk mengevakuasi korban – korban demonstrasi jika memang terjadi kerusuhan dan tindakan – tindakan yang tidak diinginkan.

Penulis : Duta Bimantara Putra dan Akbar Gilang Muhammad
Editor : Mufiidaanaiilaa A.S

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here